Kamis, 18 November 2010

Topik


1.Pengertian topik

Topic merupakan salah satu unsur yang penting dalam wacana percakapan. Menurut Howe opik itu merupakan syarat terbentuknya wacana percakapan.

Contoh : A = “Selamat malam!”
B = “Selamat malam!”
Contoh diatas bukan merupakn wacana percakapan karena keduanya merupakan awal terjadinya percakapan.

Istilah topic wacana (selanjutnya disebut topic) sering dikacaukan dengan konsep topik dalam tata kalimat. Pada pembahasan ini, keduanya dibedakan secara tegas, dalam tata kalimat topik mempunyai kaitan dengan struktur kalimat secara fungsional. Bahkan topic merupakan suatu deskripsi struktur kalimat. Selain itu dalam konteks wacana topik merupakan suatu ide atau hal yang dibicarakan dan dikembangkan sehingga membentuk sebuah wacana.

Topik biasa terdiri dari satu satu dua kata yang singkat, dan memiliki persamaan serta perbedaan dengan tema karangan. Persamaannya adalah baik topik maupun tema keduanya sama sama dapat dijadikan sebagai judul karangan. Sedangkan, perbedaannya ialah topik masih mengandung hal yang umum,sementara tema akan lebih spesifik dan lebih terarah dalam membahas suatu permasalahan.

2.Ciri-ciri topic, antara lain:

1. Topic harus menarik perhatian si pembaca, sehingga mampu menimbulkan rasa keingintahuan pembaca
2. Mencakup keseluruhan isi cerita
3. ermasalahannya yang bersifat umum dan belum terurai.

3. Kriteria topik yang baik

a.Penulis menguasainya dengan baik dan mengetahui prinsip-prinsip ilmiahnya.
b.Menarik untuk ditulis dan dibaca.
c.Jangan terlalu baru, teknis, dan kontroversial.
d.Bermanfaat.
e.Jangan terlalu luas.
f.Topik yang dipilih harus berada disekitar kita.
g.Memiliki ruang lingkup yang sempit dan terbatas.
h.Memiliki data dan fakta yang obyektif.
i.Memiliki sumber acuan atau referensi.

Topik yang terlalu luas menghasilkan tulisan yang dangkal, tidak mendalam, dan tidak tuntas. Selain itu, pembahasan menjadi tidak fokus pada masalah utama yang ditulis atau dibaca. Akibatnya, pembahasan menjadi panjang, namun tidak berisi. Sebaliknya, topik yang terlalu sempit menghasilkan tulisan yang tidak (kurang) bermanfaat bagi pembacanya. Selain itu, karangan menjadi sulit dikembangkan, hubungan variabel kurang jelas, tidak menarik untuk dibahas atau dibaca. Oleh Karena itu, pembahasan topik harus dilakukan secara cermat, sesuai dengan kemampuan dana, tenaga, waktu, tempat, dan kelayakan yang dapat siterima oleh pembacanya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Blogger templates